Dear Phatic Jivo

Maknai agar bercerita sampai kembali termakna.

"Not just empty places, but gloomy or melancholic atmosphere"-berbahagialah

"Not just empty places, but gloomy or melancholic atmosphere"-berbahagialah

"ATAKSIA" -wahai engkau nikmatilah masa pencabiran asas hidup pada rute kebahagian, -kau tantang engkau dengan 1 pur dan 1 bidak- "jingkrak infantil dalam debat semu" J. fatis

"ATAKSIA" -wahai engkau nikmatilah masa pencabiran asas hidup pada rute kebahagian, -kau tantang engkau dengan 1 pur dan 1 bidak- "jingkrak infantil dalam debat semu" J. fatis

saya sebut “air massa kini” aksentuasi dalam rangka rerasan paling jujur pribadi sekitar”-satire visual saya  4 jam terjebak dalam gerbong kereta listrik,-12.11.13’

saya sebut “air massa kini” aksentuasi dalam rangka rerasan paling jujur pribadi sekitar”-satire visual saya  4 jam terjebak dalam gerbong kereta listrik,-12.11.13’

Hampir saja ‘kamu’ melewati rangakain bulir meriak sendu-.setidaknya ‘kamu’ terlalu hebat menangis.-Hujan

Hampir saja ‘kamu’ melewati rangakain bulir meriak sendu-.setidaknya ‘kamu’ terlalu hebat menangis.-Hujan

If a fish is the movement of water embodied, given shape, then cat is a diagram and pattern of subtle air.’ – Doris Lessing “my fav Mother”

If a fish is the movement of water embodied, given shape, then cat is a diagram and pattern of subtle air.’ – Doris Lessing “my fav Mother”

tertawalah pada langit akan anugrah senjamu padanya, jangan terlalu berharap sang terang membawa gulita, terkikislah “kamu” dengan seribu “topeng indahmu”. J.Fatis

tertawalah pada langit akan anugrah senjamu padanya, jangan terlalu berharap sang terang membawa gulita, terkikislah “kamu” dengan seribu “topeng indahmu”. J.Fatis

Masih terlihat kasat ukiran terdalam tentang apa yang menjadi pembatas, lagi lagi kamu begitu sangat tidak mulia dimana kamu meg “alusiokan” apa yang seharusnya terjadi “Tuhan”lah yang menjadi bidak di ranah perangmu. j.fatis

Masih terlihat kasat ukiran terdalam tentang apa yang menjadi pembatas, lagi lagi kamu begitu sangat tidak mulia dimana kamu meg “alusiokan” apa yang seharusnya terjadi “Tuhan”lah yang menjadi bidak di ranah perangmu. j.fatis

“Jika aku bisa memotong untaian hujan, aaku akan sisih beberapa bulir untuk mengantikan air matamu yang terlalu “hiperbola””

“Kamu mampu membuat pola simpul denganrasio sublimasi kedalam rongga hati paling terluar, namun kamu kembali rajut porosnya dengan “luka” sebelum dirimu terbunuh dengan sendirinya” J.Fatis”

“Pelataran bunga yang kamu rangkai sedemikian rupa tidaklah lagi bersemi kembali setelah kamu berkaca pada kata “terhempaslah kamu dari dasar paling terbawah”. J.Fatis”